7 Cara Hidup Hemat Dengan Metode Jepang

Sudah tidak bisa dipungkiri lagi bahwa cara hidup hemat masyarakat Jepang telah menginspirasi banyak orang. Bahkan, krisis ekonomi besar di tahun 1990-2000, serta ragam bencana alam yang terjadi di Jepang, ternyata berdampak besar pada gaya hidup masyarakatnya. Seluruh masyarakat Jepang harus menerapkan cara hidup hemat demi bemenyambung hidup. Belum lagi, biaya hidup di Jepang terbilang cukup tinggi. Mulai dari biaya hunian, makanan, hingga biaya parkir saja yang mencapai 800 yen.

Cara hidup hemat uang ala orang Jepang tidak hanya mampu membuat tabungan menumpuk, tapi juga bisa membuatmu kaya raya meski di akhir bulan. Yuk, tiru tujuh cara menghemat Keuangan ala orang Jepang berikut ini.

1. Menggunakan Transportasi Umum

CARA HIDUP HEMATMayoritas masyarakat di Jepang ternyata lebih memilih menggunakan transportasi umum dibanding kendaraan pribadi. Sekalipun penghasilan yang mereka miliki cukup untuk memiliki  mobil pribadi, ada beberapa pertimbangan yang membuat kendaraan umum jadi pilihan banyak orang Jepang.

Misalnya, biaya parkir yang cukup tinggi serta aturan dan biaya yang tak sedikit untuk bisa memiliki kendaraan pribadi. Belum lagi, Biaya pembuatan SIM di Negeri Sakura ini mencapai 350 ribu yen atau setara dengan Rp 40juta! Oleh sebab itu, kendaraan umum jadi pilihan tepat untuk berhemat.

Selain hemat, kamu pun tak perlu repot mencari area parkir, berkutat dengan kemacetan, atau sering-sering mengeluarkan biaya tambahan untuk bahan bakar dan biaya servis kendaraan.

2. Tekan Biaya Sewa Tempat Tinggal

CARA HIDUP HEMATUntuk pemilihan tempat tinggal, banyak warga Jepang yang memilih tinggal di hunian sempit. Alasannya karena, selain biaya sewa yang terjangkau, biaya perawatannya pun jadi lebih murah.

Sejalan dengan hal tersebut, banyak pakar keuangan yang menyarankan agar pengeluaran sewa tempat tinggal tidak lebih dari 25 persen pendapatan bulanan. Ditambah 5 persen untuk biaya tambahan, seperti listrik, air, iuran keamanan, dan sebagainya. Misalnya, jika pendapatan bulanan sebesar Rp 5 juta, maka pastikan tempat tinggal dan pengeluaran utilitas tak lebih dari Rp 1,5 juta.

3. Selalu Membuat Daftar Belanja

CARA HIDUP HEMATMembuat rincian daftar belanja merupakan cara hidup hemat yang kerap dilakukan warga Jepang, terutama ibu rumah tangga. Sesampainya di toko, mereka langsung menuju rak produk yang diperlukan.

Dengan begitu, mereka tidak menghabiskan waktu untuk melihat-lihat produk lain dan berakhir membeli produk yang tak dibutuhkan. Cara ini sangat efektif untuk membuat anggaran belanja tidak overbudget, sekaligus memastikan tidak ada kebutuhan yang lupa dibeli.

4. Selalu Membawa Botol Minum

Saat ini harga sebotol air mineral kemasan sekitar Rp 3-4 ribu. Jika dalam sehari kamu memerlukan tiga botol air mineral, maka kamu perlu mengeluarkan hingga Rp 12 ribu.

Ada sejumlah dampak negatif yang menuai penyesalan saat tubuh tidak terhidrasi dengan cukup. Misalnya, dehidrasi membuat kita sulit mengambil keputusan dengan baik. Alhasil, bisa jadi keputusan yang diambil memberi kerugian yang tak sedikit.

Selain hemat, membawa botol minum juga membuat kita secara tak langsung menjaga lingkungan karena berhasil mengurangi sampah plastik.

5. Membawa Bekal dari Rumah

Membawa bekal memang ampuh memangkas pengeluaran sehari-hari. Biaya yang dikeluarkan untuk makan di rumah makan atau restoran bisa berkali-kali lipat lebih tinggi dibanding menyantap hidangan yang dimasak sendiri.

Misalnya, untuk menikmati satu porsi makanan berisi nasi, sayur, dan lauk pauk, kamu mungkin perlu mengeluarkan uang sekitar Rp 25-30 ribu per porsi di area perkantoran. Padahal, dengan biaya yang sama, anda bisa menyajikan hingga tiga porsi menu serupa jika masak sendiri dirumah.

6. Menjalani Gaya Hidup Minimalis

Gaya hidup minimalis jadi pilihan banyak warga Jepang. Selain pakaian, kebutuhan sehari-hari seperti peralatan mandi, perlengkapan makan, dan sebagainya pun tak berjumlah lebih dari yang diperlukan.

Jika kita menerapkan gaya hidup serupa, pasti banyak uang yang bisa dihemat dan dialokasikan untuk tujuan keuangan lain.

7. Teknik Keuangan Kakeibo

Cara mengatur keuangan ala orang Jepang yang yang terkenal yaitu Kakeibo. Teknik ini diyakini ampuh membuat tabungan bertambah hingga 35 persen tiap bulannya. Meski begitu, metode Kakeibo sebetulnya cukup sederhana. Kuncinya adalah memisahkan pengeluaran pada tiap pos menggunakan amplop dan buku catatan. Penasaran bagaimana caranya? Ikuti tahapannya di bawah ini.

  1. Setiap awal bulan, catat penghasilan dikurangi pengeluaran tetap, seperti cicilan kartu kredit, listrik, biaya sewa tempat tinggal, dan sebagainya. Dengan begitu kamu tahu nominal sisa uang yang dimiliki.Misalnya, penghasilan sebesar Rp 7 juta, dikurangi pengeluaran tetap sebesar Rp 2 juta, sehingga sisa uang menjadi Rp 5 juta.
  2. Tetapkan target jumlah uang yang ingin ditabung. Misalnya dari sisa Rp 5 juta, kamu ingin menabung sebesar Rp 2 juta, sehingga sisa uangmu kini menjadi Rp 3 juta.
  3. Selanjutnya, catat dan pisahkan pengeluaran sehari-hari ke dalam empat kategori:
    – Kebutuhan pokok: makanan, transportasi, dan obat-obatan.
    – Kebutuhan hiburan: belanja, makan di luar, camilan, dan sebagainya.
    – Kebutuhan untuk menambah wawasan: buku, majalah, atau film.
    – Pengeluaran lain-lain: biaya perbaikan, kado, dan sebagainya.
  4. Selain pengeluaran bulanan, kamu juga perlu menuliskan pengeluaran tahunan atau tujuan keuangan yang ingin dicapai dalam waktu dekat, misalnya dana liburan ke destinasi tertentu.
  5.  Terakhir, evaluasi anggaran keuangan tiap akhir bulan untuk mengetahui apakah rencana pengeluaran sudah tepat atau belum.

Ketika amplop untuk satu jenis pos pengeluaran habis, kita dilarang menggunakan amplop untuk pos lain dan harus menunggu hingga bulan berikutnya. Teknik memisahkan pengeluaran menggunakan amplop seperti ini, secara psikologis diyakini mampu memudahkan kita mengontrol pengeluaran.

Itulah tujuh cara hidup hemat ala orang Jepang yang admin 7essays.biz bagikan pada kesempatan kali ini . Sudah siap menjalaninya demi membuat tabungan semakin gemuk? Selamat mencoba ya!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *